Tinggi Sepeda Motor Kawasaki

Error 51 Kawasaki Sepeda Motor

Kode Error 51 Kawasaki: Koil Pengapian Silinder 1 (Ignition Coil #1)

Logo Kawasaki
Sedang
Rp 150.000 - Rp 850.000
9x
Suara knalpot pincang atau nembak-nembak dan lampu FI muncul kode 51? Ini tandanya Koil pengapian nomor 1 atau Cop Busi silinder 1 bermasalah.

Mengenal Kode Error 51 pada Kawasaki

Kode 51 pada motor Kawasaki mengidentifikasi adanya kegagalan fungsi pada Ignition Coil #1 (Koil Pengapian Silinder 1). Pada motor sport seperti seri Ninja atau Z yang bersilinder ganda atau lebih, komponen ini (biasanya berjenis Stick Coil yang menyatu dengan cop busi) bertugas melipatgandakan tegangan aki (12V) menjadi puluhan ribu volt untuk menciptakan percikan bunga api di busi silinder pertama.

Gejala Kerusakan Koil (Kode 51)

  • Lampu indikator kerusakan (MIL) menyala kuning dengan angka 51.
  • Mesin hidup tapi suaranya pincang (seperti mesin diesel, ketukan tidak rata) karena silinder 1 gagal melakukan pembakaran.
  • Tarikan motor sangat berat, brebet parah, dan laju motor tertahan.
  • Sering keluar suara ledakan dari knalpot (nembak-nembak) karena bensin yang tidak terbakar dari silinder 1 justru terbakar di dalam knalpot panas.

Penyebab Error 51

  1. Koil Kemasukan Air: Area lubang busi sering menampung air setelah motor dicuci steam atau kehujanan, membuat arus tegangan tinggi korsleting ke blok mesin sebelum sampai ke busi.
  2. Kabel input tegangan rendah yang menuju koil putus atau kendor.
  3. Komponen internal koil (kumparan sekunder) terbakar/meleleh akibat usia pakai atau busi yang terlalu lama tidak diganti (celah busi terlalu lebar membuat koil bekerja ektra keras).
Cara Mengatasi Error 51

Buka area atas mesin. Cabut cop busi (ignition coil). Jika Anda baru saja mencuci motor atau menerjang banjir, semprot lubang busi dan ujung koil dengan angin kompresor bertekanan tinggi sampai tidak ada lagi sisa air. Air menyebabkan listrik nyetrum ke blok mesin, bukan ke busi.

Periksa kabel tegangan rendah (kabel kecil) yang masuk ke pangkal koil. Jika soketnya longgar, kotor, atau kabelnya putus ditarik tikus, arus listrik dari ECU tidak akan sampai ke koil. Sambung dengan baik.

Cabut busi, tempelkan ulir busi ke massa/rangka mesin (pastikan terhindar dari lubang bensin). Starter motor. Periksa apakah ada percikan api biru yang tebal. Jika api merah kecil atau tidak ada sama sekali padahal kabel input normal, berarti koil lemah/mati.

Untuk memastikan, tukar posisi koil silinder 1 (kiri) dengan koil silinder 2 (kanan). Jika setelah ditukar kode error berpindah menjadi 52, maka 100% koil tersebut yang rusak. Ganti dengan Ignition Coil baru original.

Video Tutorial
Referensi Cek Kelistrikan & Pengapian Ninja 250
Kapan Harus Panggil Teknisi?
Jika lubang busi dipastikan kering, dan menukar posisi koil silinder 1 dengan silinder 2 ternyata membuat kode berubah (misal menjadi kode 52), maka dapat dipastikan koil tersebut rusak dan harus diganti oleh bengkel resmi.

Tanya Jawab (Q&A)
Q

Habis terabas hujan deras tiba-tiba Ninja saya mesinnya bersuara pincang kayak mesin jahit, ditarik gas malah nembak dari knalpot. Terus lampu engine nyala angka 51. Apanya yang kena air?

Kuncoro • 1 minggu yang lalu

A

Itu gejala khas Koil Pengapian (Ignition Coil) kemasukan air, Mas. Posisi mesin Ninja rentan kemasukan cipratan air dari celah radiator. Lepas koilnya, tiup sela-sela busi pakai angin kompresor sampai benar-benar kering tanpa sisa air, biasanya mesin akan normal lagi.

Q

Bedanya kode 51 sama kode error 52 di Kawasaki Ninja itu apa ya?

Aldi • 1 minggu yang lalu

A

Gampang Mas. Kode 51 itu untuk indikator kerusakan koil di silinder nomor 1 (biasanya patokannya silinder sebelah kiri kalau Anda duduk di motor). Sedangkan Kode 52 itu untuk kerusakan koil di silinder nomor 2 (silinder sebelah kanan).

Q

Apakah aman motor dipakai jalan terus kerja walaupun mesin agak pincang karena koil mati 1?

Rendra • 1 minggu yang lalu

A

Sangat tidak disarankan! Bensin yang disemprotkan injektor ke silinder yang koilnya mati tidak akan terbakar. Bensin basah ini akan mencuci oli di dinding silinder (bikin piston baret parah) dan meledak di dalam knalpot (merusak katalisator). Segera perbaiki sebelum turun mesin.

Punya pertanyaan lain?
Kirim Pertanyaan

Pertanyaan Berhasil Dikirim!

Tim kami akan meninjau dan menjawab pertanyaan Anda secepatnya.