Tipe Sepeda Motor • Spesifikasi Umum
| Tipe Mesin | Air cooled 4-stroke, SOHC, eSP |
| Volume Silinder | 109,5 cc |
| Daya Maksimum | 8,8 HP / 7.500 rpm |
| Sistem Bahan Bakar | PGM-FI |
| Pendinginan | Air Cooled |
| Tipe Transmisi | CVT Automatic |
| Kapasitas Tangki | 4,2 L |
| Konsumsi BBM | 60,6 km/liter |
| Rem Depan | Disc Brake |
| Rem Belakang | Drum Brake (CBS) |
| Suspensi Depan | Teleskopik |
| Suspensi Belakang | Unit Swing |
| Fitur Utama | PGM-FI, eSP, CBS, MIL Indicator, Idling Stop |
Sensor TP Bermasalah (Throttle Position Sensor)
Kode MIL 8 kedipan peringatan adanya gangguan sistem pada sensor TP (Throttle Position). Umumnya motor menjadi sering terasa brebet, tertahan, dan mati mendadak.
Sirkuit Sensor Injektor Bermasalah (Fuel Injector System)
Kode 1 kedipan panjang dan 2 kedipan pendek (12) mengindikasikan gagalnya sirkuit komponen Injektor pada motor Honda. Kegagalan ini membuat mesin mogok total, starter mati, dan pengapian terputus otomatis oleh keselamatan ECU.
Kerusakan Fatal ECM / ECU (33 Kedipan)
Kedipan MIL 33 kali (3 panjang, 3 pendek) menandakan adanya kerusakan fatal pada Engine Control Module (ECM) atau ECU. Motor biasanya mogok total, sistem pengapian hilang, dan mesin sama sekali tidak bisa dihidupkan.
Kerusakan Sensor CKP / Crankshaft (52 Kedipan)
Kedipan MIL 52 kali (5 panjang, 2 pendek) menunjukkan malfungsi pada sensor CKP (Crankshaft Position). Motor sering brebet, mati mendadak, atau hilang pengapian karena ECU tidak bisa membaca putaran kruk as.
Tentang Honda Beat
Honda Beat adalah skuter matic terlaris di Indonesia dengan total penjualan lebih dari 9 juta unit sejak pertama kali diluncurkan. Motor ini menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia untuk mobilitas harian berkat kombinasi bodi ramping, konsumsi BBM irit, dan harga yang terjangkau.
Menggunakan mesin 109.5cc eSP (Enhanced Smart Power) dengan sistem PGM-FI, Beat menghasilkan performa yang cukup untuk penggunaan perkotaan sambil tetap menjaga efisiensi bahan bakar hingga 60.6 km/liter. Tersedia dalam berbagai varian mulai dari CBS, ISS, hingga Street yang tampil lebih sporty.
Fitur Unggulan
Mesin eSP (Enhanced Smart Power)
Teknologi eSP Honda mengoptimalkan pembakaran untuk menghasilkan tenaga yang halus dan responsif dengan konsumsi BBM minimal. Mesin 109.5cc SOHC ini menghasilkan 8.8 HP @ 7.500 rpm — cukup untuk navigasi lalu lintas perkotaan.
PGM-FI dengan MIL Indicator
Sistem injeksi PGM-FI (Programmed Fuel Injection) memastikan takaran bahan bakar selalu presisi. Dilengkapi MIL (Malfunction Indicator Lamp) yang berkedip menunjukkan kode error jika ada masalah pada sistem mesin. Kode error bisa dibaca tanpa alat scanner — cukup hitung pola kedipan lampu.
Idling Stop System (ISS)
Pada varian tertentu, Beat dilengkapi ISS yang otomatis mematikan mesin saat berhenti lebih dari 3 detik (misalnya di lampu merah). Mesin menyala kembali otomatis saat throttle diputar. Fitur ini menghemat bahan bakar hingga 5% di kondisi macet.
CBS (Combi Brake System)
Sistem pengereman CBS memastikan rem depan dan belakang bekerja seimbang hanya dengan menarik satu tuas rem kiri. Ini meningkatkan keamanan terutama untuk pengendara pemula yang belum terbiasa menggunakan rem depan secara terpisah.
Varian Honda Beat
- Beat CBS — Varian standar dengan Combi Brake System, paling terjangkau.
- Beat CBS ISS — Ditambah Idling Stop System untuk hemat BBM di kemacetan.
- Beat Street — Tampilan lebih sporty dengan stripping agresif, tanpa ISS.
- Beat Deluxe — Varian menengah dengan warna premium dan panel warna.
Kelebihan Honda Beat
- Konsumsi BBM sangat irit (60.6 km/liter) — paling irit di kelasnya.
- Harga terjangkau, mulai Rp 17 jutaan untuk varian terendah.
- Bodi ramping dan ringan, mudah dikendarai siapa saja.
- Suku cadang melimpah dan murah karena populasi sangat besar.
- Service center Honda (AHASS) tersebar di seluruh Indonesia.
- Kode error FI bisa dibaca tanpa alat scanner.
Kekurangan Honda Beat
- Performa mesin 109.5cc terasa kurang untuk pengendara yang sudah terbiasa motor 150cc.
- Pengendaraan terasa kurang stabil pada kecepatan tinggi di atas 80 km/jam.
- Bagasi kecil, hanya muat helm half face.
- Ban depan 12 inch terasa kurang nyaman di jalan berlubang.
- Suspensi belakang cenderung keras jika membawa penumpang berat.
Cocok untuk Siapa?
- Pengendara pemula yang baru belajar naik motor.
- Mahasiswa dan pekerja kantoran untuk mobilitas harian.
- Keluarga yang butuh motor irit untuk keperluan sehari-hari.
- Wanita yang menginginkan motor ringan dan mudah dikendalikan.
| Kode | Kendala / Arti | |
|---|---|---|
|
Masalah Sensor MAP (Manifold Absolute Pressure)
Lampu MIL berkedip 1 kali menandakan gangguan pada sensor MAP. Hal ini sering membuat motor terasa brebet, tarikan berat, atau lebih boros BBM. |
||
|
11 Kedipan: Sensor VS (Vehicle Speed)
Kode 11 kedipan pada motor Honda menunjukkan adanya masalah pada Sensor VS (Vehicle Speed). Mengakibatkan speedometer mati dan ISS tidak berfungsi. |
||
|
Sirkuit Sensor Injektor Bermasalah (Fuel Injector System)
Kode 1 kedipan panjang dan 2 kedipan pendek (12) mengindikasikan gagalnya sirkuit komponen Injektor pada motor Honda. Kegagalan ini membuat mesin mogok total, starter mati, dan pengapian terputus otomatis oleh keselamatan ECU. |
||
|
Kerusakan Sensor Oksigen / O2 (21 Kedipan)
Kode MIL 21 kedipan (2 panjang, 1 pendek) menandakan adanya gangguan pada Sensor Oksigen (O2). Mengakibatkan konsumsi bahan bakar motor menjadi lebih boros dari biasanya. |
||
|
Kerusakan Rangkaian IACV / Langsam (29 Kedipan)
Lampu MIL berkedip 29 kali (2 panjang, 9 pendek) mengindikasikan masalah pada sensor IACV (Intake Air Control Valve). Motor akan menjadi sulit dihidupkan saat dingin, sering mati mendadak, dan langsam/stasioner tidak stabil (RPM naik turun sendiri). |
||
|
Kerusakan Fatal ECM / ECU (33 Kedipan)
Kedipan MIL 33 kali (3 panjang, 3 pendek) menandakan adanya kerusakan fatal pada Engine Control Module (ECM) atau ECU. Motor biasanya mogok total, sistem pengapian hilang, dan mesin sama sekali tidak bisa dihidupkan. |
||
|
Kerusakan Sensor CKP / Crankshaft (52 Kedipan)
Kedipan MIL 52 kali (5 panjang, 2 pendek) menunjukkan malfungsi pada sensor CKP (Crankshaft Position). Motor sering brebet, mati mendadak, atau hilang pengapian karena ECU tidak bisa membaca putaran kruk as. |
||
|
Kerusakan Sensor BAS / Kemiringan (54 Kedipan)
Kedipan MIL 54 kali (5 panjang, 4 pendek) mengindikasikan masalah pada Bank Angle Sensor (BAS). Sensor yang berfungsi mematikan mesin saat motor terjatuh ini mungkin mengalami malfungsi sirkuit atau kabel soket longgar. |
||
|
Sensor EOT/ECT Bermasalah (Engine Oil Temperature)
Lampu MIL Honda berkedip 7 kali menandakan gangguan suplai data Sensor EOT/ECT. Motor biasanya mengalami brebet stasioner, asap hitam, dan mesin susah menyala di waktu pagi. |
||
|
Sensor TP Bermasalah (Throttle Position Sensor)
Kode MIL 8 kedipan peringatan adanya gangguan sistem pada sensor TP (Throttle Position). Umumnya motor menjadi sering terasa brebet, tertahan, dan mati mendadak. |
||
|
Kerusakan Sensor Suhu Udara Intake (IAT)
Kedipan MIL 9 kali menandakan ketidaknormalan pembacaan data suhu udara oleh Sensor IAT. Umumnya mesin menjadi sulit dihidupkan, tarikan menurun ngempos, serta bahan bakar boros. |
Seberapa membantu halaman ini?
Punya Tipe Honda Lain?
Kembali ke halaman utama merk Honda untuk melihat seluruh kode error secara umum.
Lihat Semua Error Honda