Tipe Sepeda Motor • Spesifikasi Umum
| Tipe Mesin | Liquid cooled 4-stroke, 4-Valve, SOHC, eSP+ |
| Volume Silinder | 156,9 cc |
| Daya Maksimum | 15,8 HP |
| Torsi Maksimum | 14,7 Nm |
| Sistem Bahan Bakar | PGM-FI |
| Pendinginan | Liquid Cooled (Radiator) |
| Tipe Transmisi | CVT Automatic |
| Kapasitas Tangki | 8,1 L |
| Bagasi | 30 Liter |
| Rem Depan | Disc Brake |
| Rem Belakang | Disc Brake (ABS) |
| Suspensi Depan | Teleskopik |
| Suspensi Belakang | Unit Swing |
| Fitur Utama | PGM-FI, eSP+, ABS, HSTC, Smart Key, LED, Y-Connect |
Sensor TP Bermasalah (Throttle Position Sensor)
Kode MIL 8 kedipan peringatan adanya gangguan sistem pada sensor TP (Throttle Position). Umumnya motor menjadi sering terasa brebet, tertahan, dan mati mendadak.
Sirkuit Sensor Injektor Bermasalah (Fuel Injector System)
Kode 1 kedipan panjang dan 2 kedipan pendek (12) mengindikasikan gagalnya sirkuit komponen Injektor pada motor Honda. Kegagalan ini membuat mesin mogok total, starter mati, dan pengapian terputus otomatis oleh keselamatan ECU.
Kerusakan Front Wheel Speed Sensor (67 Kedipan)
Kedipan MIL 67 kali (6 panjang, 7 pendek) khusus muncul pada motor Honda berfitur HSTC/ABS (seperti PCX 160). Menandakan adanya masalah pembacaan sensor kecepatan pada roda depan.
Kerusakan Fatal ECM / ECU (33 Kedipan)
Kedipan MIL 33 kali (3 panjang, 3 pendek) menandakan adanya kerusakan fatal pada Engine Control Module (ECM) atau ECU. Motor biasanya mogok total, sistem pengapian hilang, dan mesin sama sekali tidak bisa dihidupkan.
Malfungsi Coil Ignition Primary Circuit (91 Kedipan)
Kedipan MIL 91 kali (9 panjang, 1 pendek) menunjukkan masalah pada sirkuit primer koil pengapian (Coil Ignition Primary Circuit) yang umum terjadi di Honda PCX 150, PCX 160, dan ADV 150.
Tentang Honda PCX 160
Honda PCX 160 adalah skuter matic premium yang mengisi segmen paling atas di lini matic Honda Indonesia. Menggunakan mesin 156.9cc Liquid Cooled eSP+ yang sama dengan Vario 160, PCX dibekali fitur keselamatan dan kenyamanan kelas atas yang tidak dimiliki varian lain.
Sejak peluncurannya di Indonesia, PCX menjadi standar matic premium dengan fitur HSTC, ABS, bagasi 30 liter, dan Smart Key System. Motor ini sangat populer di kalangan eksekutif dan pengendara yang mengutamakan kenyamanan jarak jauh.
Fitur Unggulan
HSTC (Honda Selectable Torque Control)
PCX 160 adalah matic Honda pertama yang dilengkapi HSTC — sistem kontrol traksi yang mencegah roda belakang selip saat akselerasi di permukaan licin atau basah. HSTC bisa diaktifkan/nonaktifkan melalui tombol di dashboard. Fitur ini biasanya hanya ada di motor sport 250cc ke atas.
Bagasi 30 Liter
Bagasi PCX 160 berkapasitas 30 liter — terbesar di kelasnya. Cukup muat 1 helm full face + 1 helm half face, atau tas kerja ukuran sedang. Bagasi dibuka lewat tombol di dashboard atau Smart Key, sangat praktis untuk keperluan harian.
Smart Key System
Sistem kunci tanpa anak kunci konvensional. Cukup bawa Smart Key di saku untuk membuka kunci stang, membuka bagasi, dan menyalakan mesin. Dilengkapi answer back system yang memancarkan suara saat mencari posisi motor di area parkir.
Abs dan Radiator
Sistem pengereman ABS (Anti-lock Braking System) di kedua roda memberikan pengereman maksimal di semua kondisi. Pendingin radiator menjaga suhu mesin tetap stabil meskipun digunakan untuk perjalanan jarak jauh atau di jalanan nanjak.
Kelebihan PCX 160
- Fitur paling lengkap di kelas matic (HSTC, ABS, Smart Key, bagasi besar).
- Kenyamanan berkendara terbaik untuk jarak jauh.
- Desain premium dan elegan, cocok untuk segmen eksekutif.
- Mesin 160cc halus dan bertenaga.
- Resale value cenderung tinggi dan stabil.
- Jaringan AHASS luas di seluruh Indonesia.
Kekurangan PCX 160
- Harga paling mahal di kelas matic Honda (mulai Rp 34 jutaan).
- Konsumsi BBM sekitar 45-50 km/liter, lebih boros dari Beat.
- Dimensi besar, kurang gesit untuk navigasi jalanan sempit.
- Berat 131 kg terasa berat saat didorong manual.
Cocok untuk Siapa?
- Eksekutif dan profesional yang menginginkan motor premium harian.
- Pengendara yang sering melakukan perjalanan jarak menengah (50-100 km/hari).
- Pasangan yang ingin riding bersama dengan nyaman.
- Pengendara yang mengutamakan fitur keselamatan canggih.
| Kode | Kendala / Arti | |
|---|---|---|
|
Masalah Sensor MAP (Manifold Absolute Pressure)
Lampu MIL berkedip 1 kali menandakan gangguan pada sensor MAP. Hal ini sering membuat motor terasa brebet, tarikan berat, atau lebih boros BBM. |
||
|
11 Kedipan: Sensor VS (Vehicle Speed)
Kode 11 kedipan pada motor Honda menunjukkan adanya masalah pada Sensor VS (Vehicle Speed). Mengakibatkan speedometer mati dan ISS tidak berfungsi. |
||
|
Sirkuit Sensor Injektor Bermasalah (Fuel Injector System)
Kode 1 kedipan panjang dan 2 kedipan pendek (12) mengindikasikan gagalnya sirkuit komponen Injektor pada motor Honda. Kegagalan ini membuat mesin mogok total, starter mati, dan pengapian terputus otomatis oleh keselamatan ECU. |
||
|
Kerusakan Sensor Oksigen / O2 (21 Kedipan)
Kode MIL 21 kedipan (2 panjang, 1 pendek) menandakan adanya gangguan pada Sensor Oksigen (O2). Mengakibatkan konsumsi bahan bakar motor menjadi lebih boros dari biasanya. |
||
|
Kerusakan Rangkaian IACV / Langsam (29 Kedipan)
Lampu MIL berkedip 29 kali (2 panjang, 9 pendek) mengindikasikan masalah pada sensor IACV (Intake Air Control Valve). Motor akan menjadi sulit dihidupkan saat dingin, sering mati mendadak, dan langsam/stasioner tidak stabil (RPM naik turun sendiri). |
||
|
Kerusakan Fatal ECM / ECU (33 Kedipan)
Kedipan MIL 33 kali (3 panjang, 3 pendek) menandakan adanya kerusakan fatal pada Engine Control Module (ECM) atau ECU. Motor biasanya mogok total, sistem pengapian hilang, dan mesin sama sekali tidak bisa dihidupkan. |
||
|
Kerusakan Sensor CKP / Crankshaft (52 Kedipan)
Kedipan MIL 52 kali (5 panjang, 2 pendek) menunjukkan malfungsi pada sensor CKP (Crankshaft Position). Motor sering brebet, mati mendadak, atau hilang pengapian karena ECU tidak bisa membaca putaran kruk as. |
||
|
Kerusakan Sensor BAS / Kemiringan (54 Kedipan)
Kedipan MIL 54 kali (5 panjang, 4 pendek) mengindikasikan masalah pada Bank Angle Sensor (BAS). Sensor yang berfungsi mematikan mesin saat motor terjatuh ini mungkin mengalami malfungsi sirkuit atau kabel soket longgar. |
||
|
Kerusakan Front Wheel Speed Sensor (67 Kedipan)
Kedipan MIL 67 kali (6 panjang, 7 pendek) khusus muncul pada motor Honda berfitur HSTC/ABS (seperti PCX 160). Menandakan adanya masalah pembacaan sensor kecepatan pada roda depan. |
||
|
Sensor EOT/ECT Bermasalah (Engine Oil Temperature)
Lampu MIL Honda berkedip 7 kali menandakan gangguan suplai data Sensor EOT/ECT. Motor biasanya mengalami brebet stasioner, asap hitam, dan mesin susah menyala di waktu pagi. |
||
|
Sensor TP Bermasalah (Throttle Position Sensor)
Kode MIL 8 kedipan peringatan adanya gangguan sistem pada sensor TP (Throttle Position). Umumnya motor menjadi sering terasa brebet, tertahan, dan mati mendadak. |
||
|
Kerusakan Komunikasi Speedometer (86 Kedipan)
Kedipan MIL 86 kali (8 panjang, 6 pendek) menandakan adanya gangguan komunikasi antara ECM dengan Speedometer (Panel Instrumen) digital pada Honda PCX 160. |
||
|
Kerusakan Sensor Suhu Udara Intake (IAT)
Kedipan MIL 9 kali menandakan ketidaknormalan pembacaan data suhu udara oleh Sensor IAT. Umumnya mesin menjadi sulit dihidupkan, tarikan menurun ngempos, serta bahan bakar boros. |
||
|
Malfungsi Coil Ignition Primary Circuit (91 Kedipan)
Kedipan MIL 91 kali (9 panjang, 1 pendek) menunjukkan masalah pada sirkuit primer koil pengapian (Coil Ignition Primary Circuit) yang umum terjadi di Honda PCX 150, PCX 160, dan ADV 150. |
Seberapa membantu halaman ini?
Punya Tipe Honda Lain?
Kembali ke halaman utama merk Honda untuk melihat seluruh kode error secara umum.
Lihat Semua Error Honda