Tipe Sepeda Motor • Spesifikasi Umum
| Tipe Mesin | Liquid cooled 4-stroke, SOHC, VVA |
| Volume Silinder | 155 cc |
| Diameter x Langkah | 58 x 58,7 mm |
| Perbandingan Kompresi | 11,6 : 1 |
| Daya Maksimum | 11,3 kW / 8.000 rpm |
| Torsi Maksimum | 13,9 Nm / 6.500 rpm |
| Sistem Bahan Bakar | Fuel Injection |
| Pendinginan | Liquid Cooled (Radiator) |
| Tipe Transmisi | V-Belt Automatic |
| Kapasitas Tangki | 5,5 L |
| Berat Isi | 122 kg (Standard) |
| Dimensi (P x L x T) | 1.980 x 700 x 1.150 mm |
| Jarak Sumbu Roda | 1.350 mm |
| Tinggi Jok | 790 mm |
| Rem Depan | Disc Brake |
| Rem Belakang | Drum Brake |
| Suspensi Depan | Teleskopik |
| Suspensi Belakang | Unit Swing (Twin Sub-tank) |
| Ban Depan | 110/80 - 14 |
| Ban Belakang | 140/70 - 14 |
| Fitur Utama | VVA, ABS, Smart Key, Stop & Start System, Y-Connect |
| Busi | NGK/CPR8EA-9 |
Kesalahan Sensor Suhu Air Pendingin / ECT Sensor Error
Error code 30 pada Yamaha FI menandakan sensor suhu air pendingin mesin (Engine Coolant Temperature/ECT) tidak berfungsi normal. Fan tidak menyala atau motor overheat.
Kesalahan Sensor Throttle Position / TPS Error
Error code 14 pada Yamaha FI menandakan sensor Throttle Position Sensor (TPS) tidak berfungsi normal. Tarikan gas tidak responsif atau motor boros bahan bakar.
Kesalahan Sistem VVA / VVA System Error
Error code 84 pada Yamaha FI menandakan sistem Variable Valve Actuation (VVA) tidak berfungsi. Motor kehilangan tenaga di putaran atas atau performa menurun drastis.
Kesalahan Sinyal Pick-up Coil / CPS Signal Error
Error code 12 pada Yamaha FI menandakan sinyal dari pick-up coil (Crank Position Sensor/CPS) tidak terbaca oleh ECU. Motor tidak bisa distarter atau langsung mati setelah hidup.
Tentang Yamaha Aerox 155
Yamaha Aerox 155 adalah skuter matic sporty dengan desain full fairing aerodinamis dan mesin 155cc VVA Liquid Cooled. Pertama kali diluncurkan di Indonesia, Aerox langsung menjadi fenomena di kalangan pengendara muda berkat tampilannya yang mirip motor sport — ban lebar 14 inch, fairing penuh, dan performa yang responsif.
Menggunakan platform mesin yang sama dengan NMAX 155, Aerox mengincarnyakan sensasi berkendara yang lebih agresif dengan posisi berkendara sporty, suspensi sub-tank yang lebih kaku, dan berat yang lebih ringan (122 kg vs 130 kg NMAX).
Fitur Unggulan
Desain Full Fairing Aerodinamis
Ciri khas Aerox 155 adalah body fairing penuh yang memberikan kesan motor sport. Desain aerodinamis tidak hanya stylish tapi juga fungsional — fairing mengarahkan udara ke tubuh pengendara dan mengurangi turbulensi di kecepatan tinggi. Ban super wide 140/70-14 memberikan tapak karet yang lebar untuk grip maksimal.
Mesin VVA 155cc — Paling Bertenaga di Kelasnya
Mesin 155cc SOHC VVA menghasilkan 11.3 kW @ 8.000 rpm dan torsi 13.9 Nm @ 6.500 rpm. Tenaga ini tersedia secara halus berkat VVA, dan konsumsi BBM masih terjaga di kisaran 45-50 km/liter. Pendingin liquid cooled dengan radiator memastikan performa konsisten meskipun digunakan berkendara keras.
Stop & Start System + ABS
Fitur SSS otomatis mematikan mesin saat berhenti 3 detik untuk menghemat BBM. ABS pada roda depan memberikan pengereman optimal. Semua varian sudah mendapat fitur ini tanpa perlu upgrade.
Kelebihan Aerox 155
- Desain paling sporty di kelas matic 155cc, full fairing aerodinamis.
- Ban super wide 14 inch memberikan grip dan handling yang sangat baik.
- Berat ringan (122 kg) membuat motor lincah dan mudah dikendalikan.
- Akselerasi paling responsif di kelasnya berkat bobot ringan.
- Harga lebih terjangkau dari NMAX dan PCX 160 di kelas yang sama.
Kekurangan Aerox 155
- CVT berisik — Masalah paling klasik. Bunyi dengung dan getaran saat akselerasi menandakan roller, kampas, atau V-belt yang mulai aus. Umumnya muncul setelah 10.000-15.000 km.
- Suspensi belakang keras — Sub-tank suspension belakang terasa sangat keras, terutama saat melewati jalan berlubang. Banyak pemilik mengganti dengan aftermarket.
- Mesin bisa mati mendadak — Beberapa pemilik melaporkan mesin mati mendadak saat berkendara, biasanya akibat sensor atau kabel yang longgar.
- Bagasi kecil — Berkat desain full fairing, ruang bagasi sangat terbatas, hanya muat helm half face.
- Posisi berkendara membungkuk — Untuk pengendara bertubuh, posisi duduk yang sporty membuat pegangan agak lelah dan mudah pegal di perjalanan jauh.
Cocok untuk Siapa?
- Pengendara muda yang menginginkan tampilan sporty dan kencang.
- Pengendara yang aktif di komunitas motor dengan riding bersama.
- Penggunaan harian di perkotaan yang butuh motor lincah dan gesit.
- Penggemar balap dan track day yang butuh motor bertenaga tapi tetap matic.
| Kode | Kendala / Arti | |
|---|---|---|
|
Kesalahan Sinyal Pick-up Coil / CPS Signal Error
Error code 12 pada Yamaha FI menandakan sinyal dari pick-up coil (Crank Position Sensor/CPS) tidak terbaca oleh ECU. Motor tidak bisa distarter atau langsung mati setelah hidup. |
||
|
Kesalahan Sensor Throttle Position / TPS Error
Error code 14 pada Yamaha FI menandakan sensor Throttle Position Sensor (TPS) tidak berfungsi normal. Tarikan gas tidak responsif atau motor boros bahan bakar. |
||
|
Kesalahan Saklar Kill Switch / Kill Switch Circuit Error
Error code 19 pada Yamaha FI menandakan rangkaian saklar kill switch atau standar samping bermasalah. Motor tidak mau hidup meskipun starter berputar. |
||
|
Kesalahan Sensor O2 / Oxygen Sensor Error
Error code 21 pada Yamaha FI menandakan sensor oksigen (O2 sensor) di knalpot tidak berfungsi normal. Motor boros bahan bakar atau emissions meningkat. |
||
|
Kesalahan Sensor Suhu Air Pendingin / ECT Sensor Error
Error code 30 pada Yamaha FI menandakan sensor suhu air pendingin mesin (Engine Coolant Temperature/ECT) tidak berfungsi normal. Fan tidak menyala atau motor overheat. |
||
|
Kesalahan Sistem VVA / VVA System Error
Error code 84 pada Yamaha FI menandakan sistem Variable Valve Actuation (VVA) tidak berfungsi. Motor kehilangan tenaga di putaran atas atau performa menurun drastis. |
Seberapa membantu halaman ini?
Punya Tipe Yamaha Lain?
Kembali ke halaman utama merk Yamaha untuk melihat seluruh kode error secara umum.
Lihat Semua Error Yamaha