Tipe Sepeda Motor • Spesifikasi Umum
| Tipe Mesin | Liquid cooled 4-stroke, SOHC, 4 Valve, VVA |
| Volume Silinder | 155,09 cc |
| Diameter x Langkah | 58 x 58,7 mm |
| Perbandingan Kompresi | 11,6 : 1 |
| Daya Maksimum | 14,2 kW / 10.000 rpm |
| Torsi Maksimum | 14,7 Nm / 8.500 rpm |
| Sistem Bahan Bakar | Fuel Injection |
| Pendinginan | Liquid Cooled (Radiator) |
| Tipe Transmisi | Manual 6 Percepatan |
| Kapasitas Tangki | 10,4 L |
| Berat Isi | 133 kg |
| Dimensi (P x L x T) | 1.965 x 800 x 1.065 mm |
| Jarak Sumbu Roda | 1.335 mm |
| Tinggi Jok | 810 mm |
| Rem Depan | Disc Brake |
| Rem Belakang | Disc Brake |
| Suspensi Depan | Teleskopik Inverted (USD) |
| Suspensi Belakang | Link Monoshock |
| Ban Depan | 110/70 - 17 |
| Ban Belakang | 140/70 - 17 |
| Kopling | Multi-Plate Basah, Assist & Slipper Clutch |
| Fitur Utama | VVA, Assist & Slipper Clutch, Projector LED, Shift Timing Light |
| Busi | NGK/MR8E-9 |
Kesalahan Sensor Suhu Air Pendingin / ECT Sensor Error
Error code 30 pada Yamaha FI menandakan sensor suhu air pendingin mesin (Engine Coolant Temperature/ECT) tidak berfungsi normal. Fan tidak menyala atau motor overheat.
Kesalahan Sensor Throttle Position / TPS Error
Error code 14 pada Yamaha FI menandakan sensor Throttle Position Sensor (TPS) tidak berfungsi normal. Tarikan gas tidak responsif atau motor boros bahan bakar.
Kesalahan Sistem VVA / VVA System Error
Error code 84 pada Yamaha FI menandakan sistem Variable Valve Actuation (VVA) tidak berfungsi. Motor kehilangan tenaga di putaran atas atau performa menurun drastis.
Kesalahan Sinyal Pick-up Coil / CPS Signal Error
Error code 12 pada Yamaha FI menandakan sinyal dari pick-up coil (Crank Position Sensor/CPS) tidak terbaca oleh ECU. Motor tidak bisa distarter atau langsung mati setelah hidup.
Tentang Yamaha MT-15
Yamaha MT-15 adalah motor hyper naked 155cc yang mengusung DNA balap Yamaha dengan desain streetfighter yang agresif. Berbasis platform yang sama dengan R15 dan XSR 155, MT-15 hadir dengan posisi berkendara tegak dan stang lebar yang memberikan kontrol maksimal di jalanan. Mesin 155cc SOHC 4-valve dengan teknologi VVA (Variable Valve Actuation) menghasilkan tenaga 14.2 kW yang tersedia di seluruh rentang RPM.
MT-15 menjadi pilihan menarik bagi pengendara yang menginginkan performa sporty namun tetap nyaman untuk penggunaan harian. Suspensi depan upside-down (USD) dan rem cakram depan dengan diameter besar memberikan pengalaman berkendara yang presisi dan responsif.
Keunggulan Yamaha MT-15
- Mesin VVA 155cc — Tenaga merata di semua putaran, responsif dari rpm rendah hingga tinggi
- Assist & Slipper Clutch — Perpindahan gigi halus dan mencegah rear wheel lock saat downshift
- Suspensi USD — Handling presisi dan stabilitas tinggi di kecepatan maupun tikungan
- Projector LED — Pencahayaan terang dan fokus dengan konsumsi daya rendah
- Shift Timing Light — Indikator waktu pergantian gigi yang optimal
- Desain Hyper Naked — Tampilan agresif dengan headlight mask dan tangki berdesain tajam
Masalah Umum Yamaha MT-15
1. Suara Kasar pada Rendah RPM
Beberapa pemilik MT-15 melaporkan suara mesin yang kasar pada idle atau rpm rendah, terutama saat mesin dingin. Hal ini umumnya terjadi karena clearance klep yang perlu penyesuaian atau rantai timing yang perlu dikencangkan. Lakukan pengecekan di bengkel resmi Yamaha setiap 16.000 km.
2. Getaran pada Handlebar di Kecepatan Tinggi
Getaran pada stang di atas 90 km/h bisa disebabkan oleh balancing roda depan yang kurang sempurna atau bearing steering yang sudah aus. Periksa kondisi ban depan dan lakukan balancing ulang di bengkel resmi.
3. Konsumsi BBM Agak Boros untuk Ukuran 155cc
MT-15 memiliki konsumsi bahan bakar rata-rata 40-45 km/liter, lebih boros dibanding matic 125cc karena karakter mesin sport. Penggunaan VVA membuat tenaga besar tersedia di semua rpm, namun berimbas pada konsumsi BBM. Gunakan Eco Indicator sebagai panduan berkendara hemat.
4. Posisi Berkendara Cenderung Membungkuk
Meskipun disebut naked bike, posisi berkendara MT-15 masih agak membungkuk karena basis R15. Untuk jarak jauh, ini bisa menyebabkan pegal pada pergelangan tangan dan punggung. Pertimbangkan riser stang aftermarket untuk posisi lebih tegak.
5. Jok Agak Keras
Jok standar MT-15 cenderung keras untuk penggunaan jarak jauh. Solusi praktis adalah menggunakan jok tambahan atau sarung jok dengan busa tebal untuk meningkatkan kenyamanan.
6. Rem Belakang Kurang Pakem
Rem cakram belakang MT-15 terkadang terasa kurang pakem dibanding kompetitor. Pastikan pad rem dan disc dalam kondisi baik. Ganti kampas rem belakang setiap 20.000 km atau sesuai kebutuhan.
Perawatan Berkala Yamaha MT-15
- Setiap 4.000 km — Ganti oli mesin, ganti oli gardan, bersihkan filter udara
- Setiap 8.000 km — Periksa rantai keteng, periksa clearance klep, periksa rem
- Setiap 16.000 km — Ganti busi, periksa suspensi, ganti coolant
- Setiap 24.000 km — Ganti V-belt (jika matic), overhaul besar jika diperlukan
Perbandingan dengan Kompetitor
MT-15 bersaing langsung dengan Honda CB150R StreetFire dan VVA Vixion di segmen naked bike 150-160cc. Keunggulan utama MT-15 ada pada suspensi USD dan Assist & Slipper Clutch yang tidak dimiliki kompetitor di harga serupa. Namun, CB150R menawarkan kapasitas tangki lebih besar (12L vs 10.4L) dan posisi berkendara yang lebih nyaman untuk jarak jauh.
| Kode | Kendala / Arti | |
|---|---|---|
|
Kesalahan Sinyal Pick-up Coil / CPS Signal Error
Error code 12 pada Yamaha FI menandakan sinyal dari pick-up coil (Crank Position Sensor/CPS) tidak terbaca oleh ECU. Motor tidak bisa distarter atau langsung mati setelah hidup. |
||
|
Kesalahan Sensor Throttle Position / TPS Error
Error code 14 pada Yamaha FI menandakan sensor Throttle Position Sensor (TPS) tidak berfungsi normal. Tarikan gas tidak responsif atau motor boros bahan bakar. |
||
|
Kesalahan Saklar Kill Switch / Kill Switch Circuit Error
Error code 19 pada Yamaha FI menandakan rangkaian saklar kill switch atau standar samping bermasalah. Motor tidak mau hidup meskipun starter berputar. |
||
|
Kesalahan Sensor O2 / Oxygen Sensor Error
Error code 21 pada Yamaha FI menandakan sensor oksigen (O2 sensor) di knalpot tidak berfungsi normal. Motor boros bahan bakar atau emissions meningkat. |
||
|
Kesalahan Sensor Suhu Air Pendingin / ECT Sensor Error
Error code 30 pada Yamaha FI menandakan sensor suhu air pendingin mesin (Engine Coolant Temperature/ECT) tidak berfungsi normal. Fan tidak menyala atau motor overheat. |
||
|
Kesalahan Sistem VVA / VVA System Error
Error code 84 pada Yamaha FI menandakan sistem Variable Valve Actuation (VVA) tidak berfungsi. Motor kehilangan tenaga di putaran atas atau performa menurun drastis. |
Seberapa membantu halaman ini?
Punya Tipe Yamaha Lain?
Kembali ke halaman utama merk Yamaha untuk melihat seluruh kode error secara umum.
Lihat Semua Error Yamaha