Tipe Sepeda Motor • Spesifikasi Umum
| Tipe Mesin | Air cooled 4-stroke, SOHC |
| Volume Silinder | 124,96 cc |
| Diameter x Langkah | 52,4 x 57,9 mm |
| Perbandingan Kompresi | 9,5 : 1 |
| Daya Maksimum | 7,0 kW / 8.000 rpm |
| Torsi Maksimum | 9,6 Nm / 5.500 rpm |
| Sistem Bahan Bakar | Fuel Injection |
| Pendinginan | Air Cooled |
| Tipe Transmisi | V-Belt Automatic |
| Kapasitas Tangki | 4,2 L |
| Berat Isi | 101 kg |
| Dimensi (P x L x T) | 1.905 x 690 x 1.035 mm |
| Jarak Sumbu Roda | 1.275 mm |
| Tinggi Jok | 780 mm |
| Rem Depan | Disc Brake |
| Rem Belakang | Drum Brake |
| Suspensi Depan | Teleskopik |
| Suspensi Belakang | Unit Swing |
| Ban Depan | 100/90 - 14 (Tubeless) |
| Ban Belakang | 110/90 - 14 (Tubeless) |
| Fitur Utama | Blue Core, Smart Lock System, Eco Indicator |
| Busi | NGK/CR6HSA |
Kesalahan Sensor Suhu Air Pendingin / ECT Sensor Error
Error code 30 pada Yamaha FI menandakan sensor suhu air pendingin mesin (Engine Coolant Temperature/ECT) tidak berfungsi normal. Fan tidak menyala atau motor overheat.
Kesalahan Sensor Throttle Position / TPS Error
Error code 14 pada Yamaha FI menandakan sensor Throttle Position Sensor (TPS) tidak berfungsi normal. Tarikan gas tidak responsif atau motor boros bahan bakar.
Kesalahan Sistem VVA / VVA System Error
Error code 84 pada Yamaha FI menandakan sistem Variable Valve Actuation (VVA) tidak berfungsi. Motor kehilangan tenaga di putaran atas atau performa menurun drastis.
Kesalahan Sinyal Pick-up Coil / CPS Signal Error
Error code 12 pada Yamaha FI menandakan sinyal dari pick-up coil (Crank Position Sensor/CPS) tidak terbaca oleh ECU. Motor tidak bisa distarter atau langsung mati setelah hidup.
Tentang Yamaha Mio M3 125
Yamaha Mio M3 125 adalah skuter matic 125cc yang dikenal sebagai salah satu motor matic paling irit di kelasnya. Ditenagai mesin 125cc SOHC dengan teknologi Blue Core, Mio M3 menghasilkan tenaga 7.0 kW dan torsi 9.6 Nm dengan konsumsi bahan bakar yang sangat efisien. Desainnya ramping dan ringan (101 kg) membuatnya sangat gesit untuk bermanuver di jalanan perkotaan yang padat.
Mio M3 menjadi andalan Yamaha di segmen matic entry-level, bersaing langsung dengan Honda Beat dan Suzuki Address. Keunggulan utamanya terletak pada konsumsi BBM yang sangat irit, handling ringan, dan harga yang terjangkau.
Keunggulan Yamaha Mio M3 125
- Teknologi Blue Core — Mesin irit dan bertenaga, konsumsi BBM hingga 50+ km/liter
- Smart Lock System — Mencegah motor meluncur saat parkir di tanjakan
- Eco Indicator — Panduan berkendara hemat bahan bakar secara real-time
- Bodi Ringan 101 kg — Mudah dikendalikan, cocok untuk pemula dan pengendara wanita
- Bagasi Luas — Kapasitas cukup untuk helm half face dan barang bawaan
- Tubeless Tire — Ban tubeless 14 inci yang aman dan mudah diperbaiki saat bocor
Masalah Umum Yamaha Mio M3 125
1. Getaran Berlebihan pada Handlebar
Beberapa pemilik Mio M3 melaporkan getaran yang cukup terasa pada stang terutama di kecepatan 40-60 km/h. Hal ini sering disebabkan oleh baut steering yang longgar atau bearing steering yang aus. Periksa dan kencangkan baut-baut steering di bengkel terdekat.
2. Suara Kasar dari Mesin
Suara mesin yang kasar atau knocking bisa muncul karena beberapa faktor: penggunaan bensin dengan oktan rendah (gunakan minimal RON 90), clearance klep yang perlu disetel ulang, atau roller CVT yang sudah aus. Ganti roller CVT setiap 16.000 km untuk menjaga performa transmisi.
3. Lampu Depan Kurang Terang
Lampu standar Mio M3 menggunakan bohlam halogen yang terasa kurang terang untuk berkendara malam. Solusi praktis adalah mengganti dengan bohlam LED aftermarket yang sesuai spesifikasi atau upgrade ke LED projector. Pastikan upgrade tidak melebihi kapasitas kelistrikan motor.
4. Jok Cepat Basah saat Hujan
Material jok standar Mio M3 cukup porus dan cepat menyerap air saat hujan. Gunakan jas hujan penutup jok atau sarung jok waterproof untuk mengatasi masalah ini. Jok anti-air aftermarket juga tersedia dengan harga terjangkau.
5. CVT Sering Lembek
Perasaan CVT lembek atau tarikan lambat bisa disebabkan oleh V-belt yang sudah aus, roller yang aus, atau pulley yang kotor. Bersihkan CVT setiap 8.000 km dan ganti V-belt setiap 20.000 km. Pastikan menggunakan spare part original Yamaha untuk performa optimal.
6. Rem Belakang Drum Kurang Pakem
Mio M3 menggunakan rem belakang drum yang performanya kurang optimal saat pengereman mendadak atau jalanan basah. Pastikan kampas rem belakang dan drum dalam kondisi bersih dan tidak aus. Ganti kampas rem setiap 15.000-20.000 km.
Perawatan Berkala Yamaha Mio M3 125
- Setiap 4.000 km — Ganti oli mesin, bersihkan filter udara, cek tekanan ban
- Setiap 8.000 km — Bersihkan CVT, periksa kampas rem, cek kelistrikan
- Setiap 16.000 km — Ganti roller CVT, ganti busi, periksa suspensi
- Setiap 20.000 km — Ganti V-belt, overhaul CVT jika diperlukan
Tips Hemat BBM Mio M3 125
Mio M3 sudah sangat irit secara default, namun beberapa tips bisa membuat konsumsi BBM lebih optimal: jaga tekanan ban sesuai rekomendasi (depan 29 psi, belakang 33 psi), hindari akselerasi mendadak, manfaatkan Eco Indicator, gunakan bensin RON 90 minimal, dan lakukan servis berkala tepat waktu. Dengan penggunaan normal dalam kota, konsumsi BBM bisa mencapai 50-55 km/liter.
| Kode | Kendala / Arti | |
|---|---|---|
|
Kesalahan Sinyal Pick-up Coil / CPS Signal Error
Error code 12 pada Yamaha FI menandakan sinyal dari pick-up coil (Crank Position Sensor/CPS) tidak terbaca oleh ECU. Motor tidak bisa distarter atau langsung mati setelah hidup. |
||
|
Kesalahan Sensor Throttle Position / TPS Error
Error code 14 pada Yamaha FI menandakan sensor Throttle Position Sensor (TPS) tidak berfungsi normal. Tarikan gas tidak responsif atau motor boros bahan bakar. |
||
|
Kesalahan Saklar Kill Switch / Kill Switch Circuit Error
Error code 19 pada Yamaha FI menandakan rangkaian saklar kill switch atau standar samping bermasalah. Motor tidak mau hidup meskipun starter berputar. |
||
|
Kesalahan Sensor O2 / Oxygen Sensor Error
Error code 21 pada Yamaha FI menandakan sensor oksigen (O2 sensor) di knalpot tidak berfungsi normal. Motor boros bahan bakar atau emissions meningkat. |
||
|
Kesalahan Sensor Suhu Air Pendingin / ECT Sensor Error
Error code 30 pada Yamaha FI menandakan sensor suhu air pendingin mesin (Engine Coolant Temperature/ECT) tidak berfungsi normal. Fan tidak menyala atau motor overheat. |
||
|
Kesalahan Sistem VVA / VVA System Error
Error code 84 pada Yamaha FI menandakan sistem Variable Valve Actuation (VVA) tidak berfungsi. Motor kehilangan tenaga di putaran atas atau performa menurun drastis. |
Seberapa membantu halaman ini?
Punya Tipe Yamaha Lain?
Kembali ke halaman utama merk Yamaha untuk melihat seluruh kode error secara umum.
Lihat Semua Error Yamaha